Mengenang 40 Hari Wafatnya Ayahku (Hasyim Bin Ahmad Limuddin)

Mohon Doanya (Fatihah) untuk Alm. Bapak saya.

Bapak…

Andai dapat ku putar waktu

Masih ingin ku mendengar petuah, nasehat dariMu

Masih ingin mencium telapak tanganMu, tuk meminta restu dariMu

Masih terasa peluk kasih sayangMu

Harapku ingin Bapak tetap berada disini bersamaku

Menemaniku, mendampingiku menjadi bagian kehidupanku

Bapak…

Teringat perjuanganMu

Dengan dada yang lapang, sabar mendidik kami (anak-anaknya)

Yang  hidupnya  bukan hanya untuk diri sendiri,

tetapi juga untuku, Ibu, adikku, dan saudara Bapak (adik-adik Bapak)

Mendidikku belajar mengaji, tuk MendampingiMu menghadapNya

Hanya Bingkisan doa yang dapatku haturkan untukMu, doaku  (doa seorang anak) untukmu ayah.

Bapak…

Sesal dan tangis air mataku

Belum bisa membahagiakanMu

Maafkan aku Bapak

Bapak …

Kami (anak-Mu) akan selalu merindukanMu

Selalu mengenangMu, tiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dah tahun.

Kami kehilangangan sosok panutan yang tiada duanya, yang menjadi pemimpin disaat kami kehilangan arah

Kami kehilangan sosok yang tak pernah lelah menyayangi, membimbing, melindungi, menasehati dan memanjakan kami

Kami merindukan perbincangan-perbincangan seperti dulu

Merindukan diskusi dan masukan disaat kami membutuhkannya

Masih teringat disaat dirimu berpetuah pada kami.

Kini tak mungkin terulang kembali

Masih teringat jelas saat dirimu terisak saat sujud malamnya

Mendoakan anak-anaknya

Masih teringat jelas saat Bapak Sholat Subuh untuk yang terakhir kalinya

Masih jelas kalimat Laa ilaha ilallah dan ucapan Allah terucap darimu saat berdoa

Akhirnya Bapak tak sadarkan diri hingga Allah memintanya Kembali

Bapak …

Kini telah meninggalkan kami

Meninggalkan untuk selama – lamanya.

Ya Allah

Ampunilah dosanya

Terimalah semua amal ibadahnya

Berikanlah dia tempat yang mulia disisiMu

Lapangkanlah dan terangkanlah kuburnya

Limpahkan rahmat dan kasih sayangMu kepadanya

Janganlah Kau siksa dia pada api nerakaMu, Tapi Berikanlah dia nikmat surgaMu

Semoga dia tenang, damai dan bahagia disisimu

Selamanya, Amin)*

lapangkanlah kuburnya, sayangilah Bapak sebagaimana mereka merawat dan menyayangi kami diwaktu kami masih kecil.

Tempatkan  Bapak di surga Allah yang terindah

Selamat jalan Bapak…..

Kami akan selalu menyayangimu dengan lantunan klaimat Ayat kitab Al-Qur’an dan doa suci di setiap waktu.

Karena engkau pahlawan di hati kami

“Allah  tidak  membebani  seseorang  melainkan  sesuai  dengan  kesanggupannya.  Ia mendapat  pahala  (dari  kebajikan)  yang  diusahakannya  dan  ia  mendapat  siksa  (dari kejahatan)  yang  dikerjakannya.  (Mereka  berdoa)  :”Ya  Tuhan  kami,  janganlah  Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau berikan kepada orang- orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampuni kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.”(QS. Al-baqarah : 286)

“Apabila  seorang  anak  Adam  meninggal  dunia,  maka  amalnnya  terputus,  kecuali  3 macam,  yaitu  : harta  yang  diwakafkan,  ilmu  yang bermanfaat, atau anak  shaleh  yang mendoakan dirinya” (HR Muslim)

(Ya Allah. Jadikanlah aku anak yang sholeh dan shaleha (ankmu), sehingga aku dapat menjadi pembuka gerbang surga untuknya. Ya Allah. Lindungilah orang yang kucintai dan mencintaiku dengan cintaMu)*.

Selamat Jalan Bapak…

Alfatihah….

Tinggalkan komentar