Prof. Babun Suharto, Kisah Tukang Sapu ke Kursi Rektor Yang Mempercayai Darma Batik Madura untuk menggarap Seragam Batik untuk Stafnya.
Kerja keras dan keinginan kuat untuk mengembangkan kapasitas diri adalah kunci dan modal yang telah dibuktikan sendiri oleh Prof. Dr. H. Babun Suharto, SE. MM, Rektor IAIN KH. Ahmad Shiddiq Jember yang Kini berubah menjadi UIN Jember Jawa Timur.

Ditemui saat berada di Bali dalam rangka sebuah acara oleh aswajadewata.com, Pria asal Madura ini mengisahkan sekelumit perjalanan karirnya hingga mencapai jabatan Rektor di perguruan Tinggi Islam dengan sekitar 18.000 mahasiswa itu di hotel tempatnya menginap di daerah Kuta (25/12).
“Saya mengawali karir di kampus sebagai tukang sapu dan juru ketik di tata usaha dengan berbekal ijazah SMA,” kenangnya
Berawal dari sana Babun muda mampu mengumpulkan biaya untuk menempuh pendidikan tinggi di sebuah kampus lain di kota Jember. Kuliah itu dilakukan diluar jam kerjanya sebagai tenaga honorer di IAIN Jember yang saat itu masih bernama STAIN Jember.
Tidak hanya sebagai mahasiswa biasa, Babun juga menjadi aktivis NU di kalangan mahasiswa yang militan dan terlibat langsung dalam aksi-aksi pasca tergulingnya pemerintahan Orba di awal tahun 2000. Dirinya termasuk sebagai unsur dari kalangan muda NU saat itu yang pergi ke Jakarta untuk mendukung Gus Dur yang menurut sebagian kalangan dilengserkan melalui proses inkonstitusional.
pada era itu Gus Dur menjadi inspirasi banyak aktivis muda NU dalam hal pembaharuan pola pikir kebangsaan dengan prinsip pluralitas, kemanusiaan dan perdamaian dunia. Dimana sebelumnya pada zaman Orde Baru menjadi hal yang sangat langka diutarakan.
Dalam konteks era millenium sekarang, Babun banyak mengadopsi pemikiran Gus Dur dalam menjalankan kebijakan-kebijakannya sebagai Rektor IAIN Jember, salah satunya dengan melihat kemungkinan menerima mahasiswa non-muslim yang berniat kuliah di sana. Dia juga mengatakan dalam setiap penerimaan mahasiswa baru IAIN Jember bahwa kampus bukanlah tempat mencari pekerjaan, tapi tempat mencari ilmu. Dia meminta agar para mahasiswa baru itu meluruskan niat dan bersungguh-sungguh dalam belajar.
“Generasi muda NU sekarang harus mampu menyikapi persoalan bangsa yang lebih luas, tidak hanya terpaku pada hal-hal yang itu-itu saja. Harus ada gerakan dalam menyiapkan kapabilitas SDM NU untuk memasuki abad kedua usia organisasi ini,” katanya.
Menurutnya dari segi kuantitas dan kualitas SDM, NU sudah sangat cukup, hanya perlu managemen yang lebih efektif dan kesadaran untuk tidak larut dalam penggiringan opini pihak-pihak yang tidak suka kepada NU.
“Fungsi semua Lembaga dan banom yang ada harus dioptimalkan sehingga dapat bersama menjadi sebuah komponen yang saling mendukung satu dengan lainnya. Hindari terjebak dalam issue-issue yang tidak kondusif dan sengaja diciptakan oleh pihak lain sehingga kita kehilangan fokus terhadap hal-hal yang lebih urgent,” jelasnya’
Kiprah Prof. Babun dalam bidang akademik tidak hanya berhenti di kursi Rektor IAIN KH. Ahmad Shiddiq Jember saja, bahkan saat ini dirinya menjadi Ketua Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Se-Indonesia untuk periode kedua.
Terkait tugas yang diembannya ini Babun menjelaskan, ada tiga fokus yang akan dilakukan untuk membawa PTKIN ke arah yang lebih baik, terutama menyongsong Revolusi Industri 4.0. “Pertama kali yang akan kami lakukan tentu penguatan mutu SDM. Lalu penguatan mutu kelembagaan, dan yang pasti kita akan kembangkan kerja sama dengan pihak lain, seperti perguruan tinggi di bawah Kemenristek Dikti,” pungkasnya.
Diawal bulan tahun 2021 Prof. Babun melalui salah seorang temannya di Madura menitip untuk digarapkan seragaman untuk stafnya. Akhirnya oleh seorang temannya diperkenalkan salah satu sentra yang masih dini namun sudah banyak berkiprah di Bumi Nusantara dibidang batik tulis yaitu Sentra Darma Batik Madura.
Hal ini membuat Tazam selaku Manajer Darma Batik Madura sangat bangga karena bisa dipercaya membuatkan batik oleh seorang yang sangat menginspirasi Pemuda Madura.
“Kami sangat bangga bisa dipercaya oleh Beliau Prof. Dr. H. Babun Suharto yang juga kelahiran asli madura untuk menggarap batik untuk pribadi dan seragam untuk karyawannya, hal ini tentunya membuat kami untuk lebih Optimal lagi dalam berkarya, baik dalam Kualitas batik dan Keistimewaan Motifnya, sehingga Darma Batik mampu memenuhi keinginan konsumen sesuai seleranya”.
Prof. Babun melalui Media WhatsApp sangat bangga dengan karya batik anak sumenep madura ini, baik dari motif yang elegan dan mampu memenuhi selera kami.
“Saya sangat bangga dengan karya batik tulis madura ini, motifnya yang elegan dan mampu memenuhi selera kami, pokoknya sangat cocok untuk kami” Pangkasnya. (Kang Tazam)